Otomatis, hal tersebut menjadi teladan yang menarik bagi santri MBI yang digembleng agar getol berorganisasi tapi secara akademik juga tetap berprestasi.
“Jadi, gini, kalau saya pertama harus manajemen energi, bukan menejemen waktu. Karena, waktu itu setiap harinya sama, 24 jam. Sedangkan, energi yang kita miliki bisa saja naik turun. Lalu, list apa saja yang akan kalian lakukan,” Belva berbagi tip. Beberapa santri putra maupun putri serius mencatat.

Belva menambahkan tipnya, setiap santri harus memiliki goal dan melakukan usaha tanpa kompromi. Terakhir, yang tidak kalah penting, setiap santri harus mencintai apa yang dilakukan dan apa saja yang dipelajari. Dengan rasa suka, semua yang dipelajari akan terasa mudah.
Dengan segudang prestasi yang berhasil diraih, Belva tidak ingin merasa pintar. “Kegagalan terbesar saya adalah ketika saya merasa pintar,” pungkasnya.
