“Kamu ngerti banget apa yang aku butuhkan, rokok. Kamu tidak seperti teman-teman yang lain, mereka pada pelit-pelit,” ucap Wagio sambil tertawa bangga.
“Nyalakan apinya, jangan kebanyakan ngegosip. Udah kayak emak-emak saja kamu,” kata Sarjiman.

Mereka berdua terlihat menikmati makanan yang habis mereka masak. Wagio seperti orang kelaparan yang bertahun-tahun tidak makan. Sementara Sarjiman menikmati makanan dengan gaya khasnya yang santai.
“Sehabis makan nanti sampah-sampahnya kita bersihkan,” celetuk Sarjiman.
“Mana rokoknya?” tanya Wagio.
“Ada di sana,”
“Mantap!” Wagio mengambil sebatang rokok dan menyulutnya.
***
Empat bulan, Wagio rutin berjaga rutin di posko tanpa absen. Ia tidak terlihat seperti beberapa bulan yang lalu. Kini tubuhnya gendut. Ia juga sering sakit-sakitan akibat banyak lemak di tubuhnya. Sedang Sarjiman masih seperti biasanya dengan tubuh bugar, meski usianya sudah tidak lagi muda. Wagio tetap rutin berjaga di posko bersama Sarjiman. Karena ia sudah berjanji akan menemani Sarjiman, asalkan ia bisa makan, merokokz dan ngopi.
“Apa kamu lapar, butuh makanan, rokok dan kopi?” tanya Sarjiman.
“Tentu saja kawan, seperti biasa,” jawab Wagio.
“Tunggu di sini, aku akan membawa apa yang kamu mau.”
“Siap! Aku menjaga dan menunggumu di sini.”
