Kuhalau mendung yang kerap kali
Menggantung dalam lukisan itu
Sebab ia selalu menyimpan angin otara
Yang akan lebih beringas menyiksa risau di ini dada
Di lereng Lancaran ini, Bapak
Aku tak pernah alpa
Melukis pijar-pijar purnama
Agar sunyi tak membunuhmu di laut sana.

Alif Senansa, 2023.
MERAYAKAN KEMATIAN
Aku pernah merayakan kematianmu
Dengan melesatkan anak panah
Pada setiap anjing yang menyalak di depan rumah
Namun bila malam kaku di jarum waktu
Anjing-anjing yang terbunuh itu
Malah kembali menyalak
Meski ratap detik menutup matanya
Dan ruhnya sudah kungkungan isroil
Aku selama bermalam-malam
Makin di setubuhi kegelisahan
Sebab suara-suara anjing itu
Lebih gencar menusuk telinga
Dan kali kesekian
Tubuhku terkapar mengucurkan banyak darah.
Aduh, katakan
Apakah ini sebuah kutukan?
Teater Alfatihah, 1-5 Desember 2023.
MATA ALAM
Bila matamu adalah palung mariana
Akan aku curi tongkat musa
Untuk menyibak segala bentuk sunyi
Yang gema dan siksanya hanya mampu
Kutanggung sendiri
Bila matamu adalah bara api
Maka akulah titisan ibrahim
Yang dengan senang hati
Menyeludupkan segenap nyeri dalam tubuh ini
Teater Alfatihah, Desember 2023.
