Jika ada yang menafsirkan bahwa ajaran tersebut adalah ajaran tauhid, apakah itu diperbolehkan? Anda semua yang menilai, karena ilmu saya pasti akan kalah dengan ilmu Anda yang luas. Tapi, saya akan memberikan jawaban naif saya, jawaban yang mungkin didasari oleh ketidaktahuan dan kedangkalan ilmu saya.
***

Laailaha ilallah, tidak ada Tuhan selain Allah. Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah. Makhluk adalah ciptaan Allah dan pemanifestasian kekuasaan Allah. Jika percaya atau beriman terhadap Allah, maka harus percaya pula dengan ketetapan Allah. Jika percaya dengan ketetapan Allah, maka harus tidak pernah berpikir bahwa ada hal yang kebetulan di dalam kebenaran ini.
Sistem tauhid yang diciptakan Allah memang men-Tuhan-kan Tuhan, mempercayai Tuhan dan segala kekuasaan-Nya. Sama seperti tafsir tauhid dari manunggaling kawulo-Gusti, yang berarti hanya ada Allah dalam dirinya, karena hatinya dan Allah sudah menyatu. Hatinya sudah dipenuhi dengan keagungan sang Maha Agung.
