Perihal ini merupakan kaitan hubungan manusia dengan Tuhan, bukan menuhankan manusia. Jika seseorang sudah bertauhid, maka apa pun yang dilakukan dan apa pun gerak-geriknya akan selalu ada Tuhan di dalamnya. Kejadian seperti inilah yang membuat manusia menjadi jalma kang utama.
Jika ada yang mengira bahwa Tuhan itu sangat jauh, berada di langit ketujuh, berada di surga, maka pemikiran seperti itu masih dilandasi pemikiran yang materialis. Karena hakikat Tuhan adalah menyatu dengan diri kita.

Jika seorang pejabat pemerintahan sudah bertauhid, sudah manunggal dengan Tuhan, maka tidak akan ada disasosiasi antara dirinya dengan Tuhan. Dinamika yang terjadi adalah dinamika ketuhanan. Dia tidak akan menyakiti rakyat karena takut menyakiti Tuhan. Dia tidak akan berbohong karena takut menghina Tuhan. Mungkin dinamika yang paling tinggi adalah bukan karena takut, tetapi memang karena kebutuhan. Dia tidak akan korupsi karena kebutuhannya sudah dicukupkan Tuhan, sehingga jika dia korupsi, maka Tuhan bukan lagi kebutuhannya, melainkan Tuhan sebagai pendukung kepentingannya.
Manunggaling kawula lan Gusti adalah sistem tauhid. Kita sepakat bahwa hanya Allah Yang Maha Ada. Lalu semua eksistensi makhluk, termasuk diri kita ini apakah ada? Sebenarnya kita tak pernah ada, kita hanya diberikan kesempatan untuk menentukan jalan agar kembali kepada-Nya.
