Tabib Palsu

Beberapa hari kemudian terpajang tulisan besar di depan rumahnya. “Ki Agus, Tabib Gigi- Mengobati dengan Sepenuh Hati”. Istrinya bertindak sebagai promotor yang memromosikan jasa pengobatan suaminya itu di dinding-dinding media sosial. Dan hasilnya obat racikan Ki Agus habis di hari pertama kali buka. Senyum lebar menghias bibir istri Agus. “Kenapa tak dari dulu dia kepikiran buka peluang usaha ini?” riuh hati Agus berceloteh.

Malamnya istri Agus yang memang maniak medsos itu membuka fanpage Tabib Gigi yang baru dua hari dibuatnya. Ingin dia cek bagaimana perkembangan usaha barunya itu. Kemarin malam dia unggah foto selfinya yang tersenyum manja seraya menunjukkan jamu buatan suaminya. Dia lihat seperti apa komentar netizen. Ramai sekali. Ternyata unggahannya telah di-share puluhan kali. Dan komentar-komentar miring ternyata yang memenuhi lini masanya. Kaget sekali dia melihat kenyataan itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Tabib Palsu, bilang menyembuhkan. Bukannya sembuh, malah tambah parah.”

“Tabib palsu! Kembalikan uangku!”

“Diduga karena suaminya tak memberi uang saku, seorang ibu-ibu jual obat palsu.”

“Silakan saja cari uang, tapi bukan begini caranya!!!”

Komentar-komentar itu memusingkan kepalanya. Dan tatkala ia tunjukkan pada suaminya maka terperangahlah ia. Apalagi pada keesokan harinya seorang ibu-ibu yang kemarin membeli dua bungkus obat datang menuntut uangnya kembali. Suaminya semakin menjadi-jadi sakitnya setelah mengonsumsi obat itu.

Agus pun kebingungan. Beban mental karena menahan malu atas malpraktiknya itu menciutkan nyalinya. Semua orang mencaci keluarganya atas obat palsu itu. Walau kebanyakan dilayangkan melalui medsos, tapi itu cukuplah untuk menguliti wajahnya. Apalagi kini ia kehabisan uang untuk modal jualan sayur lagi. Bertambah bingunglah pikirannya.

“Bagaimana bisa begini Mas? Bagaimana bisa obatmu yang mujarab itu tiba-tiba tak mujarab lagi?” protes istrinya.

“Mana kutahu. Salahmu sendiri terlalu percaya diri!” dengus Agus kesal.

Tinggalkan Balasan