Ta’dib, Model Pendidikan Berkeadaban

Aspek-aspek spiritualitas tertanam dalam metode ta’dib yaitu mengintegrasikan aspek tubuh, jiwa, dan ruh terhadap pengenalan dan pengakuan kepada Tuhan. Di samping itu, terdapat pula aspek-aspek sosiologis yang menuntut manusia untuk bermuamalah dengan baik. Apabila diintegrasikan, maka kedua asek tersebut menjadi landasan manusia untuk hidup secara humanis-religius.

Sehubung dengan terdegradasinya moral dewasa ini, konsep ta’dib perlu diusung dan dikonstruksikan ulang. Rekonstruksi terhadap pendidikan mesti direlevankan dengan situasi sosial, teknologi, sains, dan perkembangan ilmu yang lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan fondasi moral yang tepat, anak didik akan mampu menuntun dirinya ke depan pintu kebijaksanaan. Bukan hanya sekadar internalisasi ilmu pengetahuan, lebih dari itu, internalisasi yang diupayakan adalah nilai, moral, spiritual, dan hal profane lainnya.

Santri sebagai Model Ta’dib

Moralitas dan pendidikan tidak bisa dipisahkan. Sebagai pelajar yang berlabel santri, jelas sudah apa itu makna nilai tata dan krama dalam berhubungan sosial. Santri selalu digembleng untuk mampu memposisikan dirinya ketika berhadapan dengan orang yang lebih muda maupun yang lebih tua. Pendidikan kepesantrenan yang dimiliki oleh seorang santri sudah sangat cukup untuk dicitrakan di dunia luar.

Santri menjadi simbol akan pentingnya adab jika dibandingkan dengan ilmu. Karena ilmu tanpa adab juga akan merusak reputasi keilmuan tersebut. Maka dari itu, seorang santri harus mencerminkan tindakan-tindakan yang moril demi menunjukkan entitas santri yang sebenarnya kepada masyarakat luas.

Kesimpulan

Jika pendidikan hanya berpacu pada semangat keilmuan umum dan mengenyampingkan aspek-aspek spiritual, maka yang tercipta adalah tatanan peradaban yang kompetitif dan idividualis. Ta’dib yang terkandung di dalamnya aspek spiritualis dan sosiologis, berorientasi kepada kecakapan intelektual, relasi interpersonal, dan kesadaran transendental. Integrasi dari ketiga instrumen tersebut akan meningkatkan harkat dan martabat manusia menjadi sosok insan kamil.

Tinggalkan Balasan