Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi Sallallahu Alaihi wa Salam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984).
Sungguh sangat beruntung bagi seorang muslim jika ia mendapatkan dua atau lebih pahala puasa bulan Ramadan. Hal tersebut disebabkan puasa Ramadan itu memiliki banyak keutamaan yang tidak bisa dibandingkan dengan puasa-puasa pada bulan lain.

Keempat, mendapat pahala berkali lipat. Umat muslim yang berpuasa pada bulan Ramadan, jika beramal baik akan mendapatkan pahala tujuh puluh kali lebih baik dari bulan-bulan di luar Ramadan. Hal tersebut disampaikan dalam khotbah Rasululah Salallahu Alaihi wa Salam pada akhir Sa`ban,
Artinya: “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhori-Muslim).
Ada juga hadis lain dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya: “Nabi Sallallahu Alaihi wa Salam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul Salallahu Alaihi wa Salam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)
Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullahpernah mengatakan, “Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhal dari seribubacaan tasbih di bulan lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 270)
Marilah kita isi akhir ramadan ini dengan kegiatan yang ibadah karena belum tentu di tahun depan kita menemukan lailatul qadar. Sebagai muslim yang bertakwa kita patut berbangga dengan adanya tradisi Islami yang memiliki banyak manfaat bagi umat Islam. Jangan sampai tradisi yang mampu menumbuhkan ketakwaan masyarakat dan pengingat masyarakat atas datangnya lailatul qadar ini hilang tergerus oleh zaman.
