Santri Annuqayah Juara Lomba Esai Se-Asia Tenggara

Menjadi seorang “bintang”, atau setidaknya seseorang yang sukses dalam suatu kejuaraan bukan persoalan mudah. Diperlukan komitmen, kesungguhan, skill, dan proses yang akan mengorbankan waktu dan pikiran. Semangat pantang menyerah merupakan bekal utama untuk mencapai puncak kesuksesan. Seperti yang dicapai oleh Moh Fadllurrahman, santri Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, Madura. Santri yang saat ini menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Fakultas Ushuluddin INSTIKA (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah) ini menjuarai lomba penulisan esai se-Asia Tenggara.

Lomba penulisan esai se-Asia Tenggara ini diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Malaysia. Fadllurrahman pun benar-benar tidak menyangka meraih juara. Masalahnya, menurut Fadllur (panggilan akrabnya), ia tidak percaya diri untuk mengikuti penutupan dan pengumuman lomba. Sebab peserta dari lomba tersebut lebih dari dua ratus peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi se-Asia Tenggara. Maka, ia tidak menyangka jika kemudian mendapat gelar juara. Bahkan dua juara sekaligus. Juara 2 (Naib Johan) dengan mengusung tema puasa, sedangkan juara harapan (Saguhati) membawakan tema Berita Palsu (hoax).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Saya bahagia sekali, ternyata saya meraih juara,” aku Fadllur seperti dikutip instika.ac.id, Jumat (31/01/2021).

Tinggalkan Balasan