Lebih lanjut, ia juga mengatakan, di dalam adat yang rusak dalam memperingati tahun baru Masehi ialah dengan seperti berpesta kemaksiatan. “Seharusnya kita peringati seperti sekarang dengan berselawat,” lanjutnya.
Karena menurutnya, tahun baru terbagi menjadi dua, Hijriah dan Masehi. Itupun jangan sampai dibedakan kalau hijriah kalender Islam, sedangkan Masehi itu kafir. Sebab umat Islam sendiri dalam keseharian juga menggunakan kalender Masehi.

“Hijriah dikatakan kalender Islam karena di dalamnya ada bulan tertentu yang menjadi bulan penting dalam Islam, seperti bulan puasa dan bulan maulid,” tutupnya.
