Tāj al-Muslimīn, Tafsir Pesisir dan Tradisi Kritisisme

Namun, hemat penulis, penyematan puritanisme terhadap tafsir ini sebagaimana dikatakan Reza Pratama perlu dikoreksi kembali. Lebih-lebih, hari ini kata puritan lebih cenderung pada eksklusif atau kelompok yang mengklaim sebagai pewaris tunggal kebenaran dan lainnya kurang Islami atau bahkan kafir sebagaimana menurut Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Ilusi Negara Islam.

Apa yang ditulis Kiai Misbah, menurut penulis, tidak lain lebih banyak bersinggungan dengan masalah khilafiah yang sudah tentu ada sejak dulu dan sama-sama memiliki dasar yang kuat; sebagaimana soal speaker, ada yang bilang boleh dalam syiar dan makruh sebab tidak ada dalil.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Contoh lain dalam soal tarekat, di mana banyak ahli tarekat yang tidak cukup kuat mengerti manfaatnya sehingga mereka berkeyakinan ketika ikut tarekat tidak akan diganggu setan dan zikir tanpa ijazah tidak sah. Masalah ini menurut Kiai Misbah merupakan keyakinan yang tidak ada dasarnya. Sebab, setan sejatinya diciptakan untuk menjadi pengganggu dengan tujuan agar manusia pintar dan terus memperkuat imannya (Tāj al-Muslimīn, 2:406-526).

Demikian, sebab ia tidak semerta mengkritisi tradisi yang ada, melainkan lebih pada hal-hal yang berpotensi syirik dan menyimpang dari syariat. Seperti, ia memperbolehkan suwukan dan azimat tanpa syirik, namun tegas melarang sihir. Juga penetapan waktu tahlil, bukan pada tradisinya. Sama halnya dengan tumpengan dan nogo dino, objek kritiknya adalah taqlid a’ma atau keyakinan buta atau mengikuti arus tanpa dipikir terlebih dahulu dan tahu tujuan dan dasarnya. Menurutnya, setiap pengukuran harus diuji “كل مدع ممتحن”, dan dari teks ini jelas ini mengajak pembacanya untuk berpikir lebih independen dan kreatif (Tāj al-Muslimīn, 2:528).

Referensi

  1. Islah Gusmian, “K.H. Misbah Bin Zainul Mustofa (1916-1994 M): Pemikir dan Penulis Teks keagamaan dari Pesantren”. Lektur, Vol. 14, No. 1, 2016.
  2. Ahmad Muqoddas Zamzami, “Karakteristik Tafsir Jawa: Studi Terhadap Tafsir Tāj al-Muslimīn Min Kalāmi Rabbi Al’ālamīn Karya K.H. Misbah Mustofa”. Skripsi di STAI Al Anwar Sarang Rembang, 2022.
  3. Maymun, Ahmad. “Tafsir al-Qur’an Sebagai Kritik Sosial: Studi Terhadap Tāj al-Muslimīn min Kalāmi Rabbi al’Ālamīn Karya KH. Misbah Mustofa”. Skripsi di Institut PTIQ, Jakarta, 2020.
  4. Aunillah Reza Pratama, Ideologi Puritan Dalam Tafsir Jawa Pesisir: Kajian Terhadap Penafsiran Misbah Mustofa, Mutawatir,Vol. 9 No. 2 (2019).
  5. Mustofa, Misbah. Tāj al-Muslimīn min Kalāmi Rabbi al’Ālamīn. Bangilan: Majlis Ta’lif wa al-Khatat, 1990.

Tinggalkan Balasan