Kiai Yahya meninggal pada 23 November 1971, kepemimpina pondok kemudian dilanjutkan oleh putra-putranya beliau secara kolektif kolegial. Mereka adalah KH Abdurrohim Amrullah Yahya, KH Abdurrahman Yahya, dan KH Ahmad Arief Yahya. Mereka juga masih dibantu oleh para menantu, seperti KH Muhammad Baidlowi Muslich dan Ustadz HM Shohibul Kahfi.
Kitab Ilmu Hisab

Sedari mula, ada tiga jenjang pendidikan diniyah salafiah yang dikembangkan di Pondok Gading, yang disebut Madrasah Diniyah Salafiyah Matholiul Huda (MMH). Jenjang pertama disebut Tingkat Ula (Pendidikan Dasar). Kurikulum tingkat dasar ini meliputi kitab-kitab pelajaran dasar-dasar keislaman. Contohnya, untuk fikih ada kitab Safinatun Najah dan Sullamutaufiq. Untuk ilmu alat ada kitab Tuhfatul Athfal dan al-Amtsilatu at-Tashrifiyyah. Dan, untuk tauhid ada Aqidatul Awam dan Bad’ul Amali.
Selanjutnya ada Tingkat Wustho (Pendidikan Menengah), yang lebih menitikberatkan pada pendalaman ilmu alat dan kitab-kitab tafsir dan hadits, Tafsir al-Jalalain, Bulughul Maram, dan sebagainya. Berikutnya adalah Tingkat Ulya, merupakan pendidikan tingkat atas. Pada tingkat inilah santri mulai diajari ilmu hisab, yang secara khusus menggunakan kitab Sullam al-Nayyirain.
