Tak Hanya Gajah yang Meninggalkan Gading

Sullam al-Nayyirain merupakan salah satu dari beberapa kitab karya KH Muhammad Mansur  el-Batawi. Kitab ini masyhur di kalangan ulama ahli ilmu hisab dan pakar astronomi. Kitab klasik ini hingga sekarang masih banyak digunakan oleh ulama-ulama hisab dalam menentukan awal bulan kamariah. Metode yang dipakai dalam berdasarkan pada teori Geosentris yang  menjadikan Bumi sebagai pusat tata surya. Ada tiga bab di dalam kitab ini, yaitu (1) risalah   yang memuat suatu sistem hisab untuk menghitung saat terjadinya ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari; (2) risalah yang memuat kaedah-kaedah yang berhubungan dengan cara   menghitung saat terjadinya gerhana Bulan; dan risalah yang memuat kaedah-kaedah yang berkenaan dengan cara menghitung saat terjadinya gerhana Matahari.

Sejak masa Kiai Yahya, Pondok Gading sudah mengajarkan dan mengamalkan kitab Sullam al-Nayyirain. Karena itu, di Pondok Gading juga dibentuk Lajnah Falakiyah Pondok Pesantren  Miftahul Huda (PPMH). Lajnah Falakiyah merupakan lembaga tersendiri yang bertugas khusus mengurusi penentuan awal bulan kamariah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Itulah salah satu warisan para kiai terdahulu yang mengasuh Pondok Gading, yang hingga kini masih diikuti oleh para penerusnya. Bahkan, banyak pondok pesantren lain yang juga mengikuti metode hisab yang hingga kini masih dipertahankan di Pondok Gading.

Yang menarik, meskipun banyak pondok lain mengadopsi teknik hisab dikembangkan Pondok Gading, hasil hitungan Pondok Gading selalu lebih tepat, padahal metodenya sama, bersumber dari kitab yang sama. Hal itu juga pernah diakui oleh KH Muhammad Baidlowi Muslich, salah satu pengaduh Pondok Gading. “Itu karena kami benar-benar teliti dan memperhatikan teknik-teknik yang diajarkan secara turun temurun,” kata KH Muhammad Baidlowi.

Tinggalkan Balasan