Takjil dan Salah Kaprahnya

Akan tetapi, masyarakat Indonesia salah kaprah menamakan takjil sebagai sebutan makanan untuk berbuka puasa. Dan istilah takjil juga sudah sangat melekat dalam tradisi masyarakat Indonesia.

Darimana sebenarnya tradisi takjil ini bermula? Takjil sebagai sebutan makanan untuk berbuka bermula ketika agama Islam mulai tersebar di tanah Jawa oleh Walisongo. Pada saat itu, Walisongo kerap menghidangkan kolak dari bahan dasar pisang, ubi jalar, dan gula merah. Seiring berjalannya waktu, makanan tersebut divariasikan dengan berbagai macam makanan, seperti kolang kaling, ubi kayu, tapai, sampai nangka. Dari kebiasaan ini menu untuk berbuka puasa dengan yang manis-manis memperoleh sebutan takjil, sampai saat ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jadi, perlu diingat bahwa takjil merupakan ungkapan untuk menyegerakan berbuka puasa dengan sesuatu, bukan makanan yang manis-manis untuk berbuka puasa seperti kolak, kurma, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan