Pada tahun 2021, saya diminta oleh Zayyadi, S.Pd.I (Kesiswaan Madrasah Aliyah Al-Huda) menjadi tutor sastra untuk mengisi waktu luang anak-anak memperbincangkan dan membahas keindahan diksi-diksi puisi. Berkat diamini oleh Kepala MA Al-Huda bapak Luthfi, SE pada waktu itu maka dari situlah sebetulnya buku ini terbit dan tercipta.
Terbitnya buku antologi puisi dari 8 anak-anak Sanggar 7 Kejora ini sebetulnya berkat konsistensi bincang-bincang literasi yang biasa diadakan setiap hari Senin sekali, atau tiap minggu lah bahasa gampangya. Kami menyebutnya Literasi Senin Pagi. Tetapi kami di MA Al-Huda punya komitmen kuat dan berupaya tidak menghilangkan nama Sanggar 7 Kejora. Karena munculnya sanggar di Al-Huda berangkat dari filosofi yang hakiki. Hingga judul antologi ini pun kami pasrah memberikan sentuhan tajuk yang ada aroma kata kejoranya. Di samping tidak menghilangkan nama komunitas sanggar yang pernah naik daun di lembaga Al-Huda sebelumnya, saya pikir juga bagian dari cara kami merawat sastra di Madrasah Aliyah Al-Huda.

Sebagai tutor saya sangat bangga dengan adanya terbitan buku baru di MA Al-Huda bertajuk Tembang 7 Kejora, dan ini bukan serta-merta kami terbitkan untuk sekadar gaya-gayaan, tetapi naskah yang ada dalam kumpulan puisi ini sudah kami bahas dan dikoreksi bersama setiap hari Senin di komuntas yang kami geluti.
Ucapan terima kasih juga kami persembahkan untuk sahabat baik saya penyair nasional Faidi Rizal Alief dan A WArits Rovi, yang sudah setia mendidik nama-nama 8 penulis yang ada dalam buku ini di tahun akademik sebelumnya. Pas ketika masih belajar puisi di MTs tempat saya mengabdi. Karena saya pribadi sadar, tanpa arahan dan motivasi dari beliau yang sangat menginspirasi, saya yakin tidak akan sanggup menjadi Lailah Nur Diana yang karyanya sudah dimuat di koran Rakyat Sultra, tidak akan sanggup menjadi Salwiyah yang karyanya sudah terbang ke mana-mana, tidak akan sanggup menjadi kalian semua tanpa terkecuali dalam buku ini hingga bisa menjadi (penyair) penulis puisi.
Salam takzim, terima kasih kepada kalian para pembaca yang sudah sedia dan setia membaca buku ini. Juga tak lupa terkhusus para guru, uztaz dan ustazah semuanya yang tak pernah lupa mendoakan para murid-muridnya, hingga buku yang sangat sederhana ini bisa menghiasi kekosongan pembaca bersastra ria.
