Ketika jam pulang sekolah, Nadin tidak dijemput abangnya, dia naik angkutan umum. Saat tiba dirumahnya. Nadin melihat bendera kuning terpasang di depan rumahnya. Dia langsung melangkah masuk diantara orang-orang yang melihatnya. Di ruang Tengah sudah ada sesosok terbaring kaku berselimun kain batik. Nadin duduk bersimpuh dan membuka kain yang menutupi bagian kepalanya.
“ Bundaaaaaa!” Jerit Nadin sekencang-kencangnya.

“Ini semua, karena kamu!” Seru Abang Nadin penuh amarah
“Salah aku!” Nadin terlihat bingung.
Tak sempat menjawab, Abangnya langsung diseret ayahnya masuk kebelakang. Hingga bunda Nadin dimakamkan pun, taka da penjelasan apapun darin abangnya kenapa dia begitu membenci Nadin.
***
Sepeninggal bundanya, teman Nadin itu pun mendadak hilang, di cari ke kelasnya pun tidak ditemukan. Karena yang dicari Nadin memang tak pernah ada. Hanya ditemukan data kalau siswi itu pernah ada, tapi sudah meninggal. Yang mengejutkan nama orang tuanya sama seperti nama orang tua Nadin.
****
Legenda Pedang Aura Hitam
Karya: M Idris Al Hamid
Pada zaman dahulu, ada para penjahat yang menguasai kampung. Warga kampung sering kena palak olehnya, tapi untunglah ada Pengendali Pedang Aura Hitam, Sang Pengendali Pedang ini sangatlah dermawan, dia suka memberi makan warga yang kesulitan mendapat makan dan menolong mereka yang kena palak penjahat kampung.
Pengendali Pedang kebingungan menghadapi para penjahat, karena bila ia berhadapan dengan para penjahat, bisa-bisa mereka akan menyerang warga kampung secara membabi-buta dan itu bisa membuat banyak yang binasa bahkan kampung bisa dibakarnya. Saat dalam kebingungan itu, tiba-tiba ada sebuah cahaya di tempat pelatihan ninja, hingga pengendali pedang menghampiri sumber cahaya itu.
Pengendali pedang teringat apa yang pernah dikatakan ninja.
“Kalau kau kenapa-kenapa, panggil aku!”
Lalu dia pengendali pedang pun meminta bantuan kepada ninja untuk melawan para penjahat. Ninja pun menerima permintaan pengendali pedang. Dan mereka membuat strategi untuk melakukan perlawanan.
Keesokan harinya mereka menyerang dengan strateginya. Pertama yang mereka serang adalah ketua para penjahat. Lalu ketua penjahat berkata.
“Kalian mau melawan maka seluruh kampung aku bunuh!”
Pengendali Pedang dan Ninja hanya menanggapi dengan tertawa.
Pertempuran pun terjadi, hingga Pengendali Pedang Aura Hitam berhasil membunuh ketua para penjahat. Kemudian anak buah penjahat berniat akan membunuh warga, tapi ternyata taka da satu pun warga, karena sudah disuruh menyingkir oleh Pengendali Pedang. Lalu mereka pun ketakutan dan Pengendali Pedang dan Ninja pun menyerang hingga para penjahat kewalahan dan menyerah.
Penjelajahan
Karya : Azzharul Ilham Aidil Yusuf
Aku Bersama teman-temanku akan menjelajah tujuh benua, beragam wilayah akan kami jelajahi, es, padang pasir, laut, hutan Amazon, gunung, kota bahkan perkampungan yang paling terpencil. Pertama kami akan ke Antartika lalu menemukan beruang kutub, rubah es. Kemudian kami pergi ke padang pasir, menghindari badai pasir dan juga ular pasir yang sangat berbahaya.
Berikutnya kami menyelam ke dalam lautan dan melihat makhluk yang memangsa ikan paus serta cumi-cumi raksasa dan itu adalah Megalodong. Kemudian aku melihat Megalodong dan mosasaurus sedang bertarung, lantas kami pun pergi meninggalkan lautan dan pindah ke hutan belantara.
Di hutan kami melihat elang raksasa dan gajah yang sedang tertidur. Tak lama kemudian kami menelusuri hutan Amazon dan melihat hewan eksotik seperti buaya, ikan piranha, katak sapi dan anaconda. Setelah dari hutan Amazon kami terbang dengan pesawat, tiba-tiba ada peristiwa tidak terduga, kami melihat seekor megasus sedang terbang dengan elang raksasa. Kami takjub bisa melihatnya.
Ketika tiba di gunung, kami melihat kawah dan lahar yang mengalir, ada juga rusa bertanduk indah dan pohon-pohon besar dengan burung-burung yang bertengger sambil berkicau, juga monyet-monyet yang bergelantungan.
Setelah terjebak di hiruk-pikuk kota dan terlelap dalam sepinya desa yang ada di pelosok negara. Kami pun pulang karena besok mau sekolah seperti biasa.
Asal-Usul Danau Toba
Karya: Meisha Zahwa Azzahra
Pada suatu hari, ada seorang pria Bernama Toba, dia pergi ke Sungai untuk memancing ikan untuk dia makan. Tapi setelah memancing cukup lama, belum juga ada ikan yang dia dapat, hingga saat sore hari barulah dia mendapat seekor ikan mas. Toba sangat senang dan dia pun pulang dengan riang gembira. Kemudian setelah menaruh ikan hasil memancingnya, dia pergi ke ladang untuk mengambil kayu bakar. Sampai larut malam barulah dia kembali ke rumahnya.
