Itulah yang membuat saya bingung ketika harus menjawab suara azan yang bersahut-sahutan, beradu lantang dari segala penjuru. Sebingung saya membandingkan masa kanak-kanak dulu dengan sekarang. Dulu itu si toa ini untuk senang-senang dan gagah-gagahan anak-anak langgaran. Entahlah sekarang.

Masih begitu membekas dalam ingatan saat saya kecil berdebar-debar menunggu microfon untuk mendaras Al-Quran.