Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Atasi Krisis Ekologi

Koordinator Seknas Jaringan GUSDURian, Jay Akhmad, menyampaikan bahwa forum ini dipicu oleh keprihatinan atas masih minimnya peran kelembagaan agama dalam merespons isu-isu lingkungan hidup secara masif.

Tentu ini berangkat dari kegelisahan kita tentang situasi bagaimana agama, kami melihatnya dan kami merasakannya, masih sangat jauh. Bagaimana bicara, bagaimana berperan dalam isu-isu lingkungan, kata Jay saat membuka forum.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jay menegaskan, perhelatan di Jombang ini menjadi momentum untuk mengonsolidasikan ikhtiar gerakan lintas iman yang telah diinisiasi beberapa tahun terakhir. Melalui wadah Sekolah Jagat, para penggerak lintas agama dilatih untuk melakukan advokasi publik, edukasi kesadaran ekologi, hingga pendampingan langsung kepada masyarakat. Aksi nyata tersebut mencakup pengolahan sampah mandiri, perlindungan ekosistem mangrove di wilayah pesisir, hingga pemulihan kawasan hutan gundul di Jawa Barat.

Dari perspektif teologis, Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menekankan pentingnya meredefinisi misi keagamaan di era krisis ekosistem global. Menurut dia, institusi keagamaan hendaknya tidak lagi terjebak pada egosentrisme kelompok.

Sehingga tidak lagi memandang triomfalisme agama, sehingga misi bukan lagi memenangkan pemeluk agama, tapi misi agama adalah menyelamatkan bumi, kata Mgr. Agustinus.

Ia menjelaskan bahwa seluruh ciptaan di alam semesta saling terhubung secara erat. Oleh karena itu, tindakan merusak alam pada hakikatnya merupakan bentuk pengingkaran terhadap mandat keimanan dan nilai kemanusiaan universal.

Tinggalkan Balasan