Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Atasi Krisis Ekologi

Sementara itu, tokoh penggerak Gerakan Nurani Bangsa, Lukman Hakim Saifuddin, menekankan pentingnya kesadaran spiritualitas dalam melihat hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Mantan Menteri Agama ini mengingatkan agar manusia tidak memandang alam semata-mata sebagai objek luar yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Maka dalam rangka untuk bagaimana membangun kesadaran kita bersama lalu yang kemudian mewujud dalam perilaku untuk senantiasa merawat jagat ini, mari kita senantiasa memiliki kesadaran bahwa di luar kita adalah kita yang lain, tutur Lukman.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lukman menambahkan, keberadaan alam dan seluruh makhluk di dalamnya merupakan sesama ciptaan yang wajib dihormati dan dijaga keberlangsungannya, bukan untuk dirusak atau ditaklukkan.

Selain tinjauan teologis, forum ini juga memaparkan berbagai praktik baik advokasi lingkungan di tingkat tapak. Wakil Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Hening Parlan, membagikan pengalaman advokasi transisi energi bersih dan efisiensi daya di fasilitas keagamaan.

Sementara perwakilan RMI, The Indonesian Institute for Forest and Environment, Bambang Tri Daxoko, membagikan kearifan lokal dalam menjaga hutan adat dari ancaman ekspansi industri ekstraktif.

Setelah melampaui tiga sesi diskusi maraton, perhelatan tersebut diakhiri dengan pembacaan dokumen “Risalah Jagat 2026”.

Tinggalkan Balasan