Tolak Badriyah (Bagian 3)

“Bukan cuma itu… yang aneh lagi tuh kalau habis mandi. Kan biasa tuh pakai deodoran. Ini si Tolak pasti cuma ketiak kanan doang yang dipakein deodoran. Kalau nggak dibantu teman-temannya, ya ketiak kirinya nggak dipakein deodoran. Pakai baju gitu juga. Yang dimasukin lengan kanan doang, lengan kirinya dibiarin. Makanya pasti kalau habis mandi itu teman-temannya ikut repot bantuin dia pakai deodoranlah, pakai bajulah. Soalnya kalau enggak, nanti cuma sebelah kanan doang yang dipakai, sebelah kirinya enggak.”

“Kamu doang yang repot, teman-temannya biasa aja itu bantuin Tolak,” karena tidak sabar mendengar gosip anak-anak yang makin melantur, saya menyibak gorden kamar dan langsung memotong kegiatan bergosip itu di tengah-tengah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketiga anak yang sedang bersih-bersih itu kelabakan. Mereka tidak menyangka kalau ternyata di ndalem ada orangnya. Pasti dipikirnya semua pergi berangkat undangan. Mereka langsung mengucapkan maaf bergantian karena sudah bergosip di tengah aktivitas nyapu-nyapu sore.

Obrolan anak-anak itu membuat saya tiba-tiba merasa was-was. Takut Tolak dirundung oleh teman-teman yang lain karena dianggap berbeda. Kadang-kadang perundungan memang masih saja terjadi meskipun sudah berkali-kali pengasuh pondok memperingatkan para santrinya untuk tidak saling merundung satu sama lain.

“Anu Ning, Tolak itu memang agak berbeda. Tetapi dia sebetulnya baik. Mohon bimbingannya ya Ning,” ucapan Mak Sum menyentakkanku dari lamunan.

Tinggalkan Balasan