Tradisi Amaliyah Tadris di Pesantren

Setelah pembekalan dan pembentukan, para santri juga dibekali dengan materi cara menyusun silabus atau i’dadut tadris. Biasanya, para santri membuat i’dad dengan cara mencontoh i’dad dari alumni sebelumnya dan dibantu dengan buku panduan serta mentor timnya masing-masing. Proses pembuatan i’dad atau silabus ini tidak memakan waktu yang terlalu lama, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 1-2 minggu.

Namun begitu, pembuatan i’dad tidak bisa sembarangan. Perlu ketelitian dan supervise dari mentor tim, dan tidak bisa asal jadi. Karena, apabila i’dad yang dibuat asal-asalan, ini akan sangat berpengaruh kepada proses praktikum serta berpengaruh kepada penilaian. Karena itu, i’dad yang disusun harus betul dan yang akan menjadi tuntunan ketika proses praktikum berjalan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika semuanya sudah siap, sesuai jadwal, pihak pondok biasanya akan mulai menggulirkan agenda Amaliyah Tadris secara resmi. Pembukaan Amaliyah Tadris dilaksanakan secara formal oleh pengurus atau pengasuh pondok. Setelah itu, barulah yang sedang menjalani tahun akhir masa belajarnya secara resmi mulai berpraktik mengajar. Biasanya, Amaliyah Tadris juga menjadi salah satu syarat untuk lulus dari pondok pesantren.

Layaknya proses KKN di dunia perkuliahan, Amaliyah Tadris juga harus berjalan sesuai dengan prosedur yang telah diberikan dari pondok. Kegiatan Amaliyah Tadris dijalankan setiap hari di kelas, laiknya seorang guru. Saat sedang berpraktik menjadi guru, para santri peserta Amaliyah Tadris dipantau oleh pengawas dan diikuti oleh teman-teman kelompoknya.

Tinggalkan Balasan