Bandongan merupakan metode pembelajaran klasik di lingkungan pondok pesantren. Melalui metode ini, biasanya kiai membacakan kitab kuning beserta maknanya dan para santri menyimak sambil mencatat maknanya atau memberi syarh. Metode ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, dan tetap ada hingga saat ini meskipun banyak perubahan dalam dunia pendidikan.
Dalam praktiknya, pada pengajian bandongan, kiai tidak hanya membacakan makna kemudian santri mencatatnya. Kiai juga memberikan penjelasan yang mendalam dan terkadang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Sementara, santri mendengarkan, memahami, dan mencatat apa yang telah dijelaskan oleh kiai.

Hal tersebut menjadi ciri khas dan kekuatan utama dari metode bandongan. Selain itu, santri juga diberi kesempatan untuk bertanya, sehingga pemahaman mereka terhadap materi yang dijelaskan lebih mendalam. Sudah berabad-abad tradisi menjadi metode pembelajaran utama yang dilakukan oleh berbagai pesantren di Indonesia. Biasanya, netode bandongan dilaksanakan dengan cara para santri duduk membentuk shaf di depan dan di samping kiai. Banyak individu yang berhasil dan sukses berkat metede ini.
