Tradisi Perayaan Nuzulul Quran

Dalam berkat tersebut, biasanya akan ada nasi putih dengan segala macam lauk pauk yang khas. Setelah selesai pembacaan doa, berkat itu akan ditukar satu sama lain. Jadi ketika pulang kaum lelaki tetap membawa berkat, namun itu milik tetangga atau bahkan orang lain yang jauh dari rumah. Sungguh menyenangkan tradisi ini dilakukan, karena tidak semua desa melakukan tradisi yang sama untuk menyambut Nuzulul Quran ini.

Tradisi ini adalah untuk penghormatan kita terhadap turunnya Al-Quran yang mulia. Sebagaimana telah kita baca dan amalkan isinya, maka kita tidak boleh melupakan sejarah yang telah berlalu selama bertahun-tahun dari zaman Nabi Muhammad. Sebagai seorang santri yang pernah tinggal di pesantren, saya pun melihat bagaimana umat Islam sangat antusias dalam menyambut Nuzulul Quran ini. Di pesantren pun akan diadakan khatmil quran untuk menyambut turunnya Al-Quran ini. Bedanya, santri tidak membuat berkat karena memang keterbatasan yang ada. Sebagai umat Islam kita harus melestarikan tradisi ini untuk kemudian diturunkan kepada anak cucu kita agar tidak punah begitu saja tradisi yang telah tercipta dari dahulu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Wallahu a’lam Bisshawab.

Tinggalkan Balasan