Ketupat ladeh yang sudah dipotong-potong lalu disirami kuah ladeh yang merupakan perpaduan santan, kelapa sangrai, dan bumbu dari rempah-rempah yang sangat khas. Di dalamnya ada potongan daging, jeroan sapi seperti usus, babat, dan paru. Ditambah lagi potongan kacang hijau atau manisa.
Sajian topak ladeh memang hanya dibuat oleh masyarakat Bangkalan saat Lebaran Ketupat. Menu yang penuh lemak ini membutuhkan waktu yang lumayan cukup lama dan cara yang rumit, sehingga masyarakat Bangkalan jarang sekali membuat topak ladeh selain pada hari raya ketupat.

Topak ladeh dengan rempah-rempah yang bermacam-macam tersebut mempunyai filosfi yang menggambarkan sifat, karakter dan kebiasaan manusia yang bermacam-macam. Namun meskipun demikian, mereka tetap bersatu dalam ikatan persaudaraan antar sesama warga Bangkalan secara khusus dan sesama umat Islam secara umum.
Pesta Ketupat
Di Sumenep, tempat penulis tinggal, ada tradisi Pesta Ketupat. Di kota yang berada di paling ujung timur Pulau Madura ini juga mempunyai wisata pantai yang cukup banyak. Oleh karenanya, wajar jika Pemerintah Kabupaten Sumenep hampir setiap tahun Lebaran Ketupat (kecuali pada masa pandemi Covid-19) menyelenggarakan Pesta Ketupat bersama masyarakat Sumenep di beberapa destinasi wisata. Destinasi wisata yang paling sering dijadikan tempat pesta ketupat adalah Pantai Lombang dan Pantai Salopeng. Pada Lebaran tahun ini (2022 M/1443 H), kegitan tersebut diselenggarakan kembali.
Dalam pesta ketupat ini biasanya dimeriahkan oleh sajian hiburan Nusantara, mulai dari penampilan tari hingga musik nasional dan tradisional. Di antara kesenian khas Kabupaten Sumenep yang biasanya diselenggarakan pada pesta ketupat adalah penampilan musik Tong-tong, Jaran Serek, Topeng Dalang, Sintung, Tari Topeng, dan Tari Muang Sangkal. Tak ketinggalan, didatangkan pula orkes dangdut (sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO) untuk memeriahkan acara tersebut.
Selain itu, di tempat-tempat wisata ini warga Sumenep kerap menikmati sajian ketupat di pinggiran pantai atau di rest area bersama keluarga dan sanak famili, bahkan para tetangga dekat dan jauh sambil menikmati suasana pantai dengan bermain pasir, menunggang kuda dan naik perahu.
Pesta Ketupat menurut Hananah (warga Sumenep), merupakan momen yang dinanti-nantikan dalam setiap tahunnya, karena di sana ia dapat berkumpul dan bergembira bersama sanak famili dan para tetangganya. Menurutnya, hal itu jarang sekali dinikmati pada hari-hari lain di luar Lebaran Ketupat karena kesibukan masing-masing.
Tradisi Tellasan Topak di Madura sudah semestinya dijaga dan dilestarikan secara terus menerus dan turun temurun karena didalamnya mengandung banyak sekali kebaikan dan nilai filosofis mendalam. Semoga bermanfaat.
