Imam Syafi’i sendiri pernah berkata bahwa, “Pendapatku benar tapi ada kemungkinan mengandung kesalahan. Dan pendapat Anda salah, tapi ada kemungkinan mengandung kebenaran.”
Bagi orang yang berilmu, tidak mudah dan harus berhati-hati dalam memberikan jawaban dan pandangan mengenai hal keagamaan. Disebut ikhtiyat, ini tercermin dalam tradisi Islam di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam menjawab satu masalah saya, bisa seharian dibahas dalam bahtsul masail. Kalau belum mantap, maka mauquf (belum bisa memberikan jawaban) dan akan dibahas pada hari berikutnya.

Spirit wallahu a’lam bisshawab inilah yang menjadikan Islam sebagai agama yang mempunyai kekayaan tafsir, pendapat, pandangan, tradisi, kebudayaan, dan khazanah literasi. Dengan begitu ada ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut, sebab masing-masing individu sadar bahwa mereka sedang menghampiri dan mendekati kepada kebenaran dengan kajian secara serius, dan sadar betul bahwa kebenaran sejati hanya milik Allah.
