Trik Memfilter Hadis Nabi

Pertanyaan pertama mengharuskan seseorang mengetahui validitas suatu hadis, sementara pertanyaan kedua mengharuskan seseorang memahami kandungan atau dalalah-nya. Hal ini berbeda dengan Al-Quran, karena ketika mempelajari Al-Quran, seseorang hanya dituntut untuk memahami satu pertanyaan saja, yakni bagaimana memahami isinya?

Perlu kiranya ditegaskan, bahwa Rasulullah telah menyampaikan ajaran-ajaran Islam selama kurun waktu 23 tahun. Dalam rentang waktu itu, beliau telah banyak memberikan penjelasan berkenaan dengan Al-Quran yang diwahyukan kepadanya. Tentu banyak sekali hadis-hadis yang telah beliau sampaikan kepada para sahabatnya dalam berbagai situasi dan kondisi yang berbeda.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kenyataan ini semakin membuktikan bahwa mempelajari hadis memang membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi, sehingga hasilnya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Kehadiran buku mutakhir karya Nadirosyah Hosein yang berjudul Saring Sebelum Sharing ini seakan-akan menjadi teguran atau bahasa lainnya sebagai pengingat tentang betapa pentingnya meneliti hadis secara serius dan mendetail, sebelum dijadikan bahan untuk sharing-sharing, sebagaimana yang menjadi maksud dari judul buku ini. Tentu, tujuannya agar setelah dapat memahami berbagai hadis secara menyeluruh baik teks maupun konteksnya, pengetahuan yang disampaikan bisa lebih berfaedah dan berkah.

Buku ini saya kira cukup berhasil memberikan trik-trik jitu dalam meneliti hadis secara serius dengan mengurai berbagai pembahasan yang berkaitan erat dengan kualitas sebuah hadis. Seperti halnya dalam pembahasan cara memilh hadis dari bebagai banyak kitab hadis dengan cara meneliti setiap perawinya; apakah perawinya dapat dipercaya, apakah perawinya adil, apakah sanadnya tersambung sampai kepada Rasulullah, dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian kualitas hadis dapat terkategorikanan sebagai hadis shahih.

Tinggalkan Balasan