TUAN: TABIAT KETIKA HUJAN

Suatu waktu ketika pekarangan sepi dari pematang sawah besar harap kincir angin menerpa tubuhnya
Mungkin tak ada yang lebih tabah
Tanah diam-diam terpendam oleh matang

Masa lalu tak pernah berdebu,
biarkan aku menungganginya kuda-kuda mereka mengenang dauh loka
Dalam tanah ia senantiasa memanjat doa-doamu yang mungkin tak pernah kau tahu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak ada tanah yang batu menenggelamkan kepalanya diri sendiri
Berbiak seribu
Rupanya, ada tanah menyukai semesta di pangkuanku

Sumenep, 2022.

KEPADA NA

Na,
:sebuah lakon kecil di Kembangsoka lalu
Risalah kertas putih tebal
Bisa memimpikan bidadari

Itulah sebabnya janji ini kekal dalam sajak-sajak

Na,
Sewaktu, mahkota dipakaikan di kepala
genap sehelai benang putih melingkar di tubuhnya
Lelaki tak pernah menoleh ikut menanggalkan daun-daun
Menjadikan ratusan mata menyepi menepis baying-bayangnya

Titah-Nya abadi

Tinggalkan Balasan