PANGGUNG BONEKA KACA
Lihat itu artis-artis pemuja layar Kawin cerai macam ganti celana dalam Hari ini janji sehidup semati, besok saling cakar Dunia hiburan? Ah, ini kandang maksiat yang dipoles pualam.
Di hidung mereka, bubuk putih jadi tuhan baru Melayang, terbang, lari dari pilu Padahal itu tiket ekspres menuju abu Badan kering, jiwa mati, otak buntu.

Mereka idola? Cih! Mereka cuma bangkai yang diberi bedak.
PASAR DAGING
Kita berjalan di kota yang kehilangan urat malu Gadis-gadis menjajakan paha, obral tubuh Lelaki mata keranjang membeli dengan peluh Tak ada lagi sakral, semua jadi barang sentuh.
Katanya ini kebebasan Katanya ini hak asasi badan Padahal kalian sedang menggali kuburan Untuk moral yang mampus ditelan zaman.
Langit menangis, kita tertawa Merayakan runtuhnya tiang agama.
