TUHAN YANG TERSESAT DI PUSAT PERBELANJAAN

4/
aku pernah membaca:
Dia dekat, lebih dekat dari urat lehermu.
tapi entah mengapa
yang terasa dekat justru notifikasi jam tangan pintar.
setiap detik berbunyi seperti panggilan ilahi
padahal hanya pengingat langkah.
aku menatap bayanganku di kaca lift
dan bertanya pelan
“apakah aku benar-benar naik,
atau hanya bergerak di antara lantai dunia?”

5/
malam tiba dengan sunyi yang tak lagi murni—
karena setiap kesepian kini berisi suara digital.
aku mematikan semua lampu, semua layar, semua bunyi
dan untuk sesaat
dunia terasa kosong seperti halaman kitab yang belum ditulis
dalam kegelapan itu
aku mendengar sesuatu yang bukan suara, bukan kata
semacam keberadaan yang lembut tapi tegas,
tak perlu diseru, tak perlu dijual,
hanya perlu diam.
mungkin di sanalah Tuhan tinggal,
bukan di surga,
bukan di seminar,
bukan di algoritma,
melainkan di jeda—
antara napas dan kesadaran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan