Uang, yang dibuat dari benda-benda yang disepakati, rupanya kian sulit disimpan dengan aman. Setelah melalui proses panjang, ditemukanlah benda yang paling memenuhi syarat untuk dijadikan uang, yaitu logam. Beragam jenis logam telah dicoba untuk dijadikan uang, seperti alumunium, tembaga, perak, dan emas. Logam dianggap sebagai benda yang paling memenuhi syarat untuk dijadikan uang karena dianggap berharga, langka, tahan lama, mudah dibentuk, disimpan, dan didistribusikan. Untuk menjamin nilainya, uang logam tersebut, baik terbuat dari emas maupun perak, diberi cap resmi dari kerajaan atau penguasa yang membuatnya, yang kelak disebut mata uang. Hal itu dimulai pada masa kekuasaan Croesus di Yunani sejak 560 Sebelum Masehi.
Tentu, penamaan terhadap alat tukar yang disebut uang ini bisa berbeda di tempat-tempat yang berbeda dan waktu-waktu yang berbeda. Sebutlah, misalnya, dinar dan dirham. Dua sebutan uang logam ini muncul pertama kali dari dua negara yang berbeda. Dinar pertama kali muncul sebagai mata uang bangsa Romawi, denarius. Sedangkan, dirham pertama kali muncul sebagai mata uang bangsa Persia (Iran, kini), drachma.

Seperti bangsa-bangsa lainnya, bangsa Arab jauh sebelum Islam datang, sebelum ditemukan sistem uang, juga menerapkan sistem barter. Beredarnya denarius (dinar) dan drachma (dirham) ke jazirah Arab dibawa oleh para pedagang Arab yang berdagang di Syam dan Yaman. Kita tahu, saat itu, Syam berada di bawah kekaisaran Romawi dan Yaman merupakan daerah kekuasaan kekaisaran Persia.
Setelah dibawa pulang oleh para pedagangnya, bangsa Arab kemudian mengadopsi denarius dan drachma, dinar dan dirham, menjadi mata uangnya, baik sebagai alat tukar maupun alat pembayaran. Begitulah perjalanan mata uang dinar dan dirham ke jazirah Arab sampai munculnya Nabi Muhammad yang kemudian juga mengadopsinya sebagai mata uang yang sah di zamannya.
Dinar dan dirham itu benar-benar mata uang yang sebenarnya, baik sebagai alat tukar maupun alat pembayaran atau transaksi, seperti halnya dolar, rupiah, ringgit, yen, euro, yuan, dan sebagainya yang berlaku di berbagai negara yang berbeda.
