Ulama Nusantara yang Mendunia (1): Syekh Mahfudz At-Tarmasi

Sedangkan, murid-murid beliau dari kalangan Arab adalah Syekh Habibullah Asy-Syanqithi, Syekh Umar Hamdan Al-Mahrasi, Syekh Ahmad Al-Mukhallati, Syekh Umar bin Abu Bakar Bajunaid Al-Makki, Syekh Muhammad Abdul Baqi Al-Ayyubi Al-Kinawi, dan Syekh Abdul Qadir bin Shabir Al-Mandahili Al-Makki.

Kitab-kitab karya Syekh At-Tarmasi ditemukan ada 21 judul, di antaranya Manhaj Dzawi An-Nadzar fi Syarh Alfiyah ‘Ilm Al-Atsar, Muhibah Dzawi Al-Fadhal Hasyiyah Syarh Bafadhal, Al-Minhah Al-Khairiyyah fi Arba’ina Haditsan min Ahadits Khair Al-Bariyyah, Al-Khul’ah Al-Fikriyyah bi Syarh Arba’in At-Tarmasi, Risalah At-Tarmasiyyah fi Isnad Al-Qiraat Al-Asy’ariyyah, As-Siqayah Al-Mardhiyyah fi Asami Kutubi Ashhabina Asy-Syafi’iyyah, Kifayah Al-Mustafid fi ma ‘ala min Al-Asanid, Bughyatul Azdkiya’ fi Al-Bahtsi ‘an Karamah Al-Awliya’, Nailu Al-Ma’mul Syarh Labb Al-Ushul, dan lain sebagainya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Syekh Muhammad Mahfudz At-Tarmasi merupakan sosok yang berbudi pekerti baik, dikenal cerdas dan unggul dalam logika. Hal ini terbukti dari karya-karyanya, baik yang berupa risalah atau pun kitab-kitab besar yang berkenaan dengan ilmu keagamaan, juga di saat diberi wewenang untuk mengijazahkan pengajarannya di Masjidil Haram. Dalam penulisan karya, Syekh At-Tarmasi tergolong ulama penulis yang memiliki keistimewaan dalam menyelesaikan karya teramat singkat. Sebagai contoh, penulisan kitab Minhaj Dzawi An-Nadzar diselesaikan dalam waktu 4 bulan 14 hari.

Selain itu, Syekh At-Tarmasi juga dikenal sebagai ulama yang rendah hati dan berbudi luhur. Syekh At-Tarmasi dikenal pula sebagai ulama yang berilmu dan wara’. Syekh At-Tarmasi datang dari Tanah Jawa dengan membawa sedikit bekal, dan sesampainya di Mekkah membangun rumah yang selalu dikunjungi para penuntut ilmu.

Syekh At-Tarmasi wafat di Mekkah, sebelum azan Maghrib, Ahad malam Senin, tanggal 1 Rajab 1338 H/1920 M. Syekh At-Tarmasi dimakamkan di kompleks pekuburan Ma’la di samping Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Syekh At-Tarmasi meninggalkan satu putra hafidz Quran, yaitu Syekh Al-Muqri Al-Mutqin Al-Habib Muhammad bin Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Bustanu ‘Ussyaq Al-Quran (BUQ) Betengan, Demak, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan