Hari kedua di Belanda, Jumat, 13 September 2019, merupakan jadwal pertama Ki Ageng Ganjur melaksanakan workshop. Mulanya kami agak pesimis saat akan memulai workshop musik tradisional Indonesia di event pasar rakyat Pandora, Den Haag. Rasa pesimis muncul karena kami memberikan workshop musik tradsional di kalangan masyarakat Eropa yang modern.
Saat para kru mempersiapkan alat-alat musik, para pengunjung melihat apa yang kami pasang dengan tatapan aneh. Ada yang heran dan penasaran. Namun ada juga yang berbinar senang karena disuguhi alat musik yang dulu pernah mereka lihat dan dengar namun. Mereka melihat saron, kecapi, suling, dan kendang seperti melihat masa lalu yang telah terkubur waktu.

Suasana gedung de Broodfabriek di Rijkswijk Den Haag yang menjadi tempat pelaksanaan event Pandora sudah mulai ramai. Para pengunjung mulai berdatangan secara bergelombang. Para orang tua yang sudah lanjut usia berdatangan dengan pasangan. Beberapa pasangan muda mengajak anak-anak dan pasangannya. Bahkan, anak-anak muda juga secara berkelompok datang dengan teman sebaya. Mereka bukan saja orang-orang Indonesia, tapi juga orang Eropa yang menjadi pasangan hidup orang Indonesia dan anak-anak muda Eropa.

