Pandawara Group adalah salah satu organisasi yang didirikan oleh beberapa pemuda yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Berawal dari pertemanan dan komitmen Bersama, Pandawara memulai aksinya pada tahun 2022. Gerakan cinta lingkungan yang dipelopori oleh Pandawara seharusnya dapat menjadi teladan bagi kaum muda lainnya. Gerakan semacam ini masih minim di negeri ini, sedikit sekali orang yang hatinya tergerak mengikuti kegiatan cinta lingkungan. Seharusnya bila ingin memperbesar lingkup kesadaran pada khalayak ramai, sebenarnya berbagai cara dapat diaplikasikan, tapi yang paling efektif adalah jika pemerintah khsusnya Kemendikbudristek mau mengadopsi sistem pendidikan yang menggabungkan antara pembelajaran formal dan praktik pemberdayaan lingkungan.
Memang di beberapa lembaga pemerintah ada yang menerapkan sistem sekolah Adiwiyata. Namun dalam penyelenggaraanya tidak menyeluruh dan dirasa kurang dalam memupuk kesadaran peserta didik. Apalagi lingkupnya yang kurang menyeluruh, mengingat hanya bebrapa lembaga saja yang menerapkan sistem Adiwiyata. Sebenarnya, jika dibandingkan lembaga formal negeri dengan pondok pesantren, masih lebih banyak pesantren yang menganut sistem ekologi dalam pengajarannya. Karena lembaga pondok pesantren lebih banyak dijumpai menerapkan sistem tersebut.

Beberapa tahun silam, tepatnya 2008 muncul konsep pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan praktik-praktik lingkungan, seperti konservasi sumber daya alam dan kesadaran terhadap lingkungan dalam kesehariannya. Pesantren ekologi bertujuan untuk menciptakan komunitas pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah lingkungan. Sebut saja Pesantren Annuqayyah Sumenep, Madura. Pondok pesantren tersebut telah dapat melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Menggunakan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Belum lagi penggunaan PLTS sebagai sumber energi terbarukan yang dipergunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap harinya.
Hingga saat ini pesantren yang menganut pembelajaran ekologi mulai menjamur. Sebenarnya bukanlah hal yang mengherankan kalau banyak pondok pesantren yang menerapkan sistem ini. Hal ini sejalan dengan penanaman nilai Islam terkait lingkungan (معاملة مع البيئة). Pengimplementasian ekologi dalam pendidikan sangatlah berpengaruh bagi keberlangsungan lingkungan yang saat ini tengah berada dalam ambang ketidak seimbangan.
Didukung oleh fakta yang dilansir dari laman Kompas.com menurut Indeks Kinerja Lingkungan (Environmental Performance Index) EPI tahun 2024, Indonesia berada di peringkat 162 dari 180. Memang peringkat saat ini lebih baik daripada dua tahun silam, akan tetapi masih banyak ruang yang harus diselesaikan terkait lingkungan. Secara tidak langsung ini menjadi PR sekaligus teguran keras bagi pemerintah mengingat kondisi lingkungan yang masih terbengkalai belum menemukan titik terang dalam penyelesaian problem nasional ini.
