Urgensi Memahami Aswaja di Alam Demokrasi

Paham ini ialah kontruksi dari aliran Wahabi yang dibawa oleh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab yang telah mengalami kegagalan. Sehingga dibumbui dengan kata salafi guna untuk mencari simpati dari umat Islam dengan konsep dakwah yang terpuji, memerangi syirik, penyembahan berhala, pengultusan kuburan, serta membersihkan Islam dari bidaah dan khufarat. Akan tetapi, mereka salah kaprah dalam penerapannya, bahkan dapat dikatakan melenceng dari ajaran Islam itu sendiri (hal.93).

Contoh kecil mengenai perbedaan antara aliran Salafi-Wahabi dengan Aswaja dapat dilihat dari perbedaan pemahaman mengenai perbedaan paham yang dianut oleh umat Islam. Aliran Salafi-Wahabi langsung mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham dengan dirinya. Sedangkan Aswajatidak demikian (hal.101).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian terkait amaliyah atau tradisi kaum nahdliyin (NU), dalam buku ini dijelaskan dengan dalil-dalil yang menguatkan akan hal tersebut. Salah satu contohnya terkait tawasul dan istighasah bahwa hal ini sudah berkembang sejak zaman ulama salaf, sahabat, dan tabi’in. Tidak seorang pun yang melarang hal demikian ini. Salah satu dalilnya ialah apa yang disampaikan oleh Ibn Taimiyah dalam kitabnya Al-Kalim ath-Thayyib dalam halaman 173. Di sana diterangkan bahwa pasal tentang kaki terkena mati rasa. Dari al-Haytsam ibn Hanasy, ia berkata, ‘Kami bersama Ibn Umar ra. Tiba-tiba beliau terkena mati rasa, maka salah seorang yang hadir mengatakan kepada beliau: ‘Sebutkanlah orang yang paling engkau cintai’ lalu Ibn Umar berkata: Ya Muhammad,’ maka seketika itu kaki beliau sembuh (hal.289).

Contoh lain mengenai dalil-dalil istighasah dan tawasul dalam kitab karangan Ibn Taimiyah pula dengan judul Qa’idah Jalilah fi at-Tawassul wa al-Wasilah halaman 183 dan kitab lainnya berjudul Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim halaman 373.

Secara keseluruhan, buku ini sangatlah berguna bagi kalangan nahdliyin yang sering mengalami pergulatan pemikiran dengan golongan lain. Terlebih jika kalangan nahdliyin tersebut bisa mematahkan argumennya nantinya mereka diajak untuk berpindah haluan dalam berkeyakinan. Akan tetapi, dalam buku ini tidak disertai penjelasan tentang golongan Syiah dan Islam Liberal (Meskipun hal ini sudah dijelaskan dalam muqaddimah buku ini.). Karena dua kelompok ini yang sering kali bermasalah dengan warga nahdliyin.

Data Buku

Tinggalkan Balasan