Utang Botak dan Gagalnya Efek Jera

Kata “botak”, di pesantrenku, adalah semacam momok. Serius. Kata itu bisa lebih menakutkan dari “dihukum lari lapangan sepuluh kali” atau “disidang malam hari di mahkamah santri.” Terutama buat santriwan, kehilangan rambut di kepala seperti kehilangan separuh harga diri.

Makanya, hukum botak jadi senjata pamungkas. Tak jarang, bagian keamanan, kesehatan, bahkan bagian bahasa, memilih botak sebagai sanksi final untuk pelanggaran yang dianggap serius.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Telat salat berjamaah tiga kali berturut-turut? Botak.

Kamar kotor tiga hari? Botak.

Nama muncul tiga malam di mahkamah bahasa? Botak.

Pulang terlambat habis liburan? Botak, sudah pasti.

Dan karena hampir setiap bidang punya otoritas menjatuhkan hukuman botak, muncullah istilah unik di kalangan kami: “utang botak.”

Tinggalkan Balasan