Wayang Haram (?): Bentuk Kedangkalan Menyikapi Budaya

Bila dilihat dari sudut historis, sejarah masuknya agama ke bumi nusantara menggunakan pendekatan budaya. Agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan diterima karena adanya persamaan kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan nusantara. Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa melalui pendekatan kultural, salah satunya menggunakan media wayang. Di dalam kesenian wayang Sunan Kalijaga mengajarkan nilai-nilai tasawuf. Ia memunculkan ajaran Islam melalui watak dari tokoh-tokoh dalam pewayangan. Akulturasi budaya inilah yang menjadikan agama Islam dapat diterima masyarakat dengan cara yang elegan.

Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang ramah, terbuka, bangsa yang mudah membaur dengan adat dan kebudayaan lain, dan bisa menerima kultur serta budaya asing, namun tetap mempertahankan identitas budayanya sendiri, yang membentuk identitas suatu bangsa. Identitas  nasional sendiri pada  hakikatnya merupakan  manifestasi  nilai-nilai  budaya  yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Melalui ciri yang khas tersebut suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.  

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal yang perlu dilakukan adalah menjaga keberagaman, menebarkan nilai-nilai agama dengan tidak mengusik keberadaan tradisi dan budaya yang sudah hidup ratusan tahun. Sebaliknya, jangan sampai budaya mengingkari nilai-nilai agama yang pokok. Kedua aspek harus berjalan beriringan menjadi kesatuan yang membentuk kekuatan dan kekayaan Bangsa Indonesia.

Kembali pada permasalahan wayang, semua kepada konteksnya. Apabila media wayang digunakan untuk kemaksiatan, sesuatu berbau kesyirikan, tentu hal ini dilarang dalam Islam karena dapat menyekutukan Allah SWT. Namun, sebaliknya apabila wayang digunakan sebagai hiburan, upaya pelestarian budaya, dan sarana dakwah, hal ini mubah adanya. Segala sesuatu tidak dapat dipukul rata tanpa mempertimbangkan aspek lainnya.

Menyikapi budaya dalam negeri yang kaya raya akan budaya ini tidak bisa dilakukan dengan hanya memandang dari satu sisi saja. Bentuk kedewasaan berpikir adalah memandang segala sesuatu melalui pandangan objektif, bukan mengedepankan pandangan subjektif semata.

Tinggalkan Balasan