Wayangan

Tapi jika melihatnya sebatas itu, sebatas perdebatan perkara halal-haram, sebatas islami-tak islami, percayalah kita akan kecele. Sebab, disadari atau tidak, gaduh yang dipantik oleh pernyataan Ustaz Khalid Basalamah itu dapat dibaca sebagai fenomena gunung es dari gerakan paham atau ideologi transnasional berbasis keagamaan untuk mengintrusi alam bawah sadar masyarakat Indonesia.

Sampai hari ini, kenapa Negara Kesatuan Republik Indonesa (NKRI), masih tetap utuh, ajek, jejek, sebagai sebuah negara kesatuan tak lain adalah karena masih kuatnya tradisi dan budaya masyarakat-masyarakat Nusantara.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Beragam isme atau ideologi telah datang dari berbagai negara yang dikampanyekan oleh berbagai golongan atau kelompok kepentingan. Yang paling kentara adalah isme-isme atau ideologi yang ingin mengganti dasar dan bentuk negara. Namun, semuanya mental dan belum ada yang pernah berhasil. Salah satunya karena tradisi dan budaya Nusantara masih kuat mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Ini berbeda dengan kasus di sejumlah negara yang dirundung kekacauan, perpecahan, atau peperangan karena adanya intrusi paham atau ideologi dari luar. Jika kita cermati dengan teliti, negara-bangsa yang tergoda oleh paham atau ideologi transnasional hingga dirundung kekacauan, perpecahan, atau peperangan itu lantaran tradisi dan budayanya tak lagi kokoh dan mampu membendungnya.

Karena itulah, gerakan ideologi transnasionalisme itu, yang membonceng ekstremisme dan radikalisme misalnya, secara masif sedang berusaha merongrong tradisi dan budaya Nusantara. Sedang mencoba memutus ikatan masyarakat dengan tradisi dan budayanya.

Jika mengamati apa yang berseliweran di jagat maya, misalnya, kita akan banyak menemukan setiap pernik dari tradisi dan budaya Nusantara akan dibentur-benturkan dengan ke-islami-an. Bahkan, kita membungkuk kepada orangtua lalu mencium tangannya sebagai tanda hormat saja dibilang syirik. Bahkan, sesaji sebagai tanda penghormatan kepada alam saja ditendang-tendang. Bahkan, pun wayang kulit kreasi Sunan Kalijaga sebagai ikhtiar dakwah pun diharam-haramkan dan harus dimusnahkan.

Tapi begitulah cara mereka mengintrusikan paham atau ideologinya. Dan ketika siasat mereka berhasil, tradisi dan budaya kita menjadi lemah, ikatan masyarakat dengan tradisi dan budayanya menjadi renggang, saat itulah NKRI akan mudah goyah.

Sekali lagi, kuatnya akar tradisi dan budaya Nusantara inilah benteng terkuat untuk mengadang instrusi paham-paham atau ideologi transnasional. Maka, revitalisasi tradisi dan budaya masyarakat Nusantara harus tetap digelorakan, salah satunya dengan wayangan.

Tinggalkan Balasan