Yang Lucu dari Nahu

Kalimat tersebut bagi kalangan bukan pesantren akan menjadi sangat absurd. Tetapi, bagi kita, kalangan santri, sudah sangat familiar dan belajar banyak dari kalimat tersebut dalam struktur bahasa Arab. Jika dibaca benar, maka kalimat tersebut berbunyi, “man manna min munnin mannallahu min munnihi munnan,” (barang siapa yang memberi bantuan dengan satu bantuan, maka Allah akan memberi bantuan dari bantuan itu dengan satu bantuan). Atau kalau diterjemah secara bebas, “Allah akan memberi batuan kepada orang yang membantu orang lain.”

رجل رجل رجل رجل

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Alternatif makna dari kalimat tersebut adalah “kaki kaki kaki kaki,” yang tidak mempunyai makna sama sekali. Atau “laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki,” juga tidak akan dipahami oleh siapa pun.

Tetapi, bagi seorang santri yang sudah memahami kaidah bahasa Arab (nahu saraf), kalimat tersebut akan diterjemahkan, “seorang laki-laki menginjak kaki orang laki-laki (lainnya).”

Kok bisa? Ya bisalah karena seorang santri sudah (seharusnya) kenyang dengan istilah-istilah nyeleneh dalam ilmu nahu dan saraf.

Itulah beberapa kalimat Arab yang seringkali dibahas dalam ilmu nahu saraf. Tentu saja masih banyak kalimat-kalimat lainnya yang mengandung kerancakan dan menjadikan kita lebih bergairah dalam mempelajarinya. Tidak berlebihan kiranya, kalau kalimat-kalimat tersebut juga berdampak kuat dalam ingatan kita untuk memahami ilmu nahu sebagai pokok keilmuan dalam memahami kaidah bahasa Arab.

Tinggalkan Balasan