10.000 Tulisan Santri: Andai Semua Layak Rilis…

Kita bisa membayangkan bagaimana kesibukan mereka dalam bergumul dengan ikhtiar kepenulisan. Mungkin ada yang merenung-renung di bilik pesantren atau di pojokan masjid. Mungkin ada yang membuka-buka buku atau kitab di perspustakaan. Mungkin ada yang berdiskusi dengan teman atau pacar untuk bertukar gagasan. Mungkin ada yang meminjam laptop temannya untuk menuliskan ide. Mungkin ada yang sibuk menyusun prompt agar mesin cerdas memberikan contoh tulisan yang bagus. Mungkin ada yang bertawasul agar sanad keilmuan yang dituliskannya tetap terjaga. Dan mereka mengirimkan tulisannya dengan harap-harap cemas. Dan masih ada seribu kemungkinan lagi, termasuk yang menggerutu atau merutuk kenapa tulisannya belum pernah ada yang dirilis.

Ya, begitulah. Sayangnya tidak semua tulisan yang masuk redaksi memenuhi kriteria untuk dirilis, diterbitkan. Sampai tulisan ini disiapkan, yang diterbitkan mencapai 5.252 tulisan. Atau sekitar 52 persen dari seluruh yang naskah yang masuk. Macam-macam sebab kenapa hampir separo dari naskah yang terkirim tersebut tak laik rilis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mungkin cara penulisannya yang memang masih buruk. Mungkin datanya yang lemah atau faktanya terlupa. Mungkin argumentasinya tidak kokoh atau teorinya tidak ada. Mungkin nada tulisannya terlalu menggurui. Mungkin malah terlalu banyak ayat dan dalilnya ketimbang penguraian fakta atau fenomena yang diangkat dalam tulisan. Mungkin ceritanya yang tak menarik atau tak masuk akal sebagai sebuah cerita. Mungkin yang terkirim puisi yang bukan puisi. Dan mungkin masih ada kemungkinan-kemungkinan yang lain.

Tapi, apa pun, duniasantri tetap memberi apresiasi yang tinggi terhadap semua tulisan yang dikategorikan tidak memenuhi kriteria untuk dirilis itu. Ribuan tulisan itu tetap tersimpan rapi di dashboard, dan tidak pernah di-delete. Tidak pernah ada niatan dari redaksi untuk menghapusnya agar beban penyimpanan data berkurang, misalnya. Tidak. Ribuan tulisan itu adalah permata yang harus tetap dijaga dengan baik. Mereka adalah bagian dari khazanah keilmuan yang, kelak, zaman akan membutuhkannya. Kita tak pernah tahu semuanya. Kita tak pernah tahu bagaimana akhirnya.

Tinggalkan Balasan