KIDUNG DARI TIMUR
:Madura
sèr-kèsèran obi manès,
jâng-lajângan ḍâunna nangka.

dengan tangan gemetar kutakwil asin garam
pada hangat peluh tubuhmu. kalimatnya
disadur dari ombak yang rindu pelukan
juga darah sapi karapan.
kèr-pèkkèran sambi nangès,
jâng-bâjângan sangghu dhika.
musim mengabarkan kerinduan lewat
kasidah air hujan yang bertandang di halaman
celurit menggelepar menjelma bulan sabit
sedang terluka. daun-daun siwalan menangisinya
dengan suara sekeras batu bukit kapur:
“aku ingin kau tak ikut lebur dalam tembang
pangkur yang membuat dukaku tak terukur!”
Madura-Yogya, 2021.
MERUSAK HATI DARI MEJA MAKAN
:Nabila
