Igauan Puitis Para Sahabat

Nabi Musa a.s. diberi mukjizat tongkat yang bisa berubah menjadi ular raksasa. Juga bisa membelah lautan dengan hanya memukulkan tongkat tersebut ke air laut. Mukjizat tersebut sesuai dengan keadaan masyarakat yang saat itu gandrung dengan hal-hal berbau sihir.

Nabi Isa a.s. mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Itu juga sesuai dengan kondisi kondisi masyarakat yang sedang berlomba-lomba menjadi nomor satu dalam ilmu kedokteran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Artinya, Allah memberi mukjizat kepada utusan-Nya sesuai dengan kebutuhan. Karena mukjizat itu “melemahkan” maka, tidak bisa tidak, mukjizat tersebut menyesuaikan keadaan yang sedang berlangsung.

Begitu pula Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad diberi mukjizat berupa Al-Qur’an. Pada masa itu, orang yang pandai bersyair akan dihormati. Semakin pandai bersyair, maka akan semakin tinggi penghargaan orang terhadapnya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad Saw diberi mukjizat sebuah kitab yang isinya memiliki nilai sastra tak tertandingi. Tak satu pun penyair pada saat itu mampu membuat syair seindah Al-Qur’an.

“Kehidupan puitis” pun mewarnai kehidupan para sahabatnya. Suatu ketika pernah terjadi wabah penyakit demam pada masa Rasulullah, yakni ketika Nabi datang ke Madinah. Banyak sahabat Nabi yang terserang penyakit tersebut. Namun, Rasulullah tetap sehat, tidak turut terkena serangan penyakit tersebut, karena Sang Utusan senantiasa berada dalam perlindungan Allah, kapan dan di mana pun.

Tinggalkan Balasan