Sementara itu, dua budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar, yakni Bilal dan Amir bin Fuhaira, kebetulan sedang tinggal serumah dengan Abu Bakar. Ketiganya sama-sama terserang penyakit demam. Dewi Aisyah suatu ketika mendatangi mereka. Pertama-tama ia datangi ayahnya, lalu mencoba untuk menanyakan bagaimana keadaannya. Abu Bakar lalu berkata:
Setiap orang mungkin akan mendapat
salam dari kerabat di pagi hari
Sementara kematian telah lebih dekat
dari tali sandalnya sendiri

Mendengar perkataan ayahnya itu, Dewi Aisyah berpikir mungkin ayahnya tidak sadar akan apa yang dikatakannya itu. Kemudian ia berpaling kepada Amir dan bertanya dengan pertanyaan serupa. Amir pun lalu berkata:
Aku mengalami kematian
sebelum aku benar merasakannya
Kematian sang pengecut datang
ketika dia sedang duduk
Setiap orang bertahan darinya
dengan seluruh daya upayanya
Seperti lembu jantan melindungi
tubuh dengan tanduknya
Dewi Aisyah sudah tentu dapat memaklumi situasinya. Ayahnya dan Amir sama-sama sedang dalam keadaan yang buruk, sehingga hal itu membuat keduanya bicara tanpa menyadari apa yang dibicarakannya. Sebelum Dewi Aisyah berpaling, Bilal yang terkulai lemah di pojok ruangan berkata:
