Ibrahim bin Adham sebagai seorang sufi sudah masyhur ke seantero jagat. Maka mengalirlah percikan-percikan hikmah dari jejak sejarahnya, dan terus memancar di alam keberkatan. Membaca percikan hikmah dari seorang sufi akan memberikan keberkatan tersendiri untuk dijadikan ibrah dan keteladanan. Karena dengan demikian kita dapat melihat nilai-nilai kebaikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan.
Pada suatu ketika, Ibrahim bin Adham menjadi penjaga kebun delima seorang saudagar kaya. Sebagai seorang penjaga, Ibrahim bekerja dengan penuh dedikasi dan berusaha untuk menjaga amanah. Karena tugas seorang penjaga adalah bagaimana kondisi yang dijaga dalam keadaan aman dan tidak terjadi masalah yang dapat merugikan pemilik kebun.

Hingga pada suatu waktu, pemilik kebun itu meminta Ibrahim bin Adham untuk mengambilkan sebuah delima yang ranum dan manis.
“Tolong ambilkan aku delima yang manis,” demikian pemilik kebun yang kaya itu menyuruh Ibrahim untuk mengambilkan delima yang manis.
