“Baiklah,” jawab Ibrahim sambil beranjak ke arah kebun. Akan tetapi setelah diberikan kepada saudagar tersebut ternyata delima itu terasa kecut. Maka ia pun menyuruh Ibrahim kembali untuk mengambil yang lainnya. Ibrahim pun memenuhi permintaan tuannya. Akan tetapi setelah kembali dicicipi ternyata buah delima itu tetap kecut.
“Sekian lama kau menjadi penjaga kebun, tidak dapat membedakan mana delima yang manis dan kecut?” demikian pemilik kebun itu berkata heran kepada Ibrahim. Tetapi apa jawab Ibrahim bin Adham?

“Saya ini bertugas sebagai penjaga, bukan ditugaskan untuk mencicipi delima,” jawab Ibrahim tegas.
Akhirnya pemilik kebun itu sadar dan meyakini bahwa Ibrahim bin Adham adalah seseorang yang jujur dan amanah. “Engkau adalah pemegang amanah, saya yakin itu. Karena tidak ada orang yang sanggup bekerja sebagaimana yang telah engkau lakukan.”
