Itulah percikan cahaya sufi dari Ibrahim bin Adham. Memegang amanah sekalipun dengan ujian yang berat. Bagi orang kebanyakan, bekerja di sebuah kebun buah-buahan dapat dipastikan akan mencicipi buah tersebut. Tapi bagi Ibrahim hal tersebut adalah tabu dan tidak dilakukan. Karena tugas menjaga kebun bukan mencicipi apalagi makan buah dari hasil kebun itu sendiri.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Ibrahim bin Adham ini adalah bahwa amanah harus dipertanggung-jawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Melanggar amanah (khianat) adalah sebuah perbuatan dosa yang akan mendapat balasan setimpal pada saatnya nanti. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa tidak amanah merupakan tanda-tanda dari orang munafik.

Rasulullah saw bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati.” (HR Bukhari dan Muslim).
Wallahu A’lam bis-Showab!
