Sebuah kemisteriusan yang senantiasa membuat kita penasaran, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seorang penyair bekerja atau mengerjakan kata-kata.
Ketika kita membaca puisi-puisi penyair terutama yang berbahasa Indonesia, sebut saja generasi setelah Chairil Anwar, seperti Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohamad, Subagio Sastrowardoyo, kita menjadi sering bertanya-tanya sendiri, bagaimana mereka bisa menyusun kata-kata sedemikian rupa sehingga tampak padu, penuh makna dan pengkhayatan.

Sedangkan, kita tahu sendiri, bahwa mereka menulis di luar tatapan mata kita, tersembunyi dan sunyi. Kita hanya membacanya setelah karya-karya mereka jadi dan beredar, dan itu pun sangat terbatas sehingga seperti penulis sendiri harus susah payah mencari buku-buku mereka.
Tentu yang membuat penulis berburu buku puisi, selain karena rasa penasaran yang besar pada puisi itu sendiri, adalah karena penulis kebetulan mengambil studi di jurusan Sastra Indonesia, dan saat duduk di bangku kuliah nama mereka sering tertera di buku-buku kajian puisi dan sastra dengan begitu terhormat.
Penulis menjadi sangat penasaran mengapa yang namanya penyair itu begitu istimewa, pasti bukan karena orangnya saja, tapi terlebih karena puisinya. Lantas bagaimana puisi itu dibuat? Apakah dengan penuh rahasia?
