Untuk melawan penyebaran dan penularan virus Corona, Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta, memutuskan untuk lockdown dan ngaji dengan santri dilakukan secara online. Lockdown di Pesantren Ciganjur berlaku mulai sejak Minggu lalu. Selama lockdown, santri dilarang keluar masuk pesantren.
Pesantren Ciganjur adalah pesantren yang dikhususkan bagi para mahasiswa. Santri yang mukim pun bervariasi dan berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya dari Universitas Paramadina, LIPIA, APP, dan UI. Sebagai pesantren mahasiswa, kegiatan Pesantren Ciganjur bisa dibilang tidak terlalu padat, menyesuaikan dengan status santri yang notabene mahasiswa. Kebanyakan kegiatannya adalah kajian kitab klasik dan diskusi buku serta mengadakan workshop bulanan.

Keputusan lockdown ini diungkapkan Pengasuh Pesantren Ciganjur KH Arif Rachman Hamid. Menurutnya, langkah ini diambil demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. Selama kedaan masih belum membaik, santri tidak diizinkan untuk keluar masuk pesantren kecuali ada kebutuhan yang sangat penting. Itu pun harus dengan syarat dalam keadaan sehat, memakai celana panjang, baju lengan panjang, serta ketika hendak keluar dan masuk kembali ke pesantren harus memakai hand sanitizer.
