Saat kembali dari tidur panjang penuh nyeri. Di atas tilam yang dulu pernah kukencingi. Waktu bayi. Aku merasa bumi berhenti. Berhenti mengasihi dan menyayangi. Aku bangun dan kembali.
Yang kulihat hanya serakan daun, pakaian dalam yang mengayun, ranjang si Madun, dan mushaf yang manyun. Lama tak dilantun.

Di pojok musholla kulihat sosok orang tua. Kusapa dan kutanya, “Mana si Ayat?”
“Biasanya dia menyanyikan dirinya sendiri di sana: pojok yang lain”.
