“Sudah lama mereka berperan, kini peran mereka selalu ditunggu, mereka adalah santri sekumpulan para cendekia muda bersorban, harapan bangsa ada pada pundak-pundak kalian.”
Sejak zaman sebelum kemerdekaan, para santri sudah berkiprah dalam mempertahankan kemerdekaan. Resolusi Jihad yang dinyatakan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 17 September menjadi satu bukti sejarah yang tak terlupakan bagi para santri. Bahkan sampai saat ini momen tersebut masih dikenang melalui momentum Hari Santri yang diperingati pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya.

Sebagai kaum islamis terpelajar, para santri memiliki beberapa karakter yang tidak dimiliki oleh kebanyakan pemuda. Berdasarkan hasil penelitian (Fuad Nashori, 2011) mengenai kekuatan karakter santri, beberapa karakter yang dimiliki oleh santri adalah kebersyukuran (gratitude), keadilan (fairness), kebaikan hati (kindness), kewargaan (citizenship), dan harapan (hope).
