Salam Tempel atau Transfer Saja

Para santri dari Pesantren Mangga Bolong tersulut emosinya dan bersiap menggelar demo. Musababnya, ada tayangan salah satu stasiun televisi yang “nyinyirin” kebiasaan santri atau orangtua santri memberikan amplop ketika sowan kepada kiai.

Menurut penyiar stasiun televisi tersebut, tradisi salam tempel itu sebagai penghisapan dari yang kaya kepada yang masih miskin. “Masa santri yang miskin malah ngasih kepada kiai yang sudah kaya raya,” demikian pernyataan penyiar tersebut. “Itu hanya lazim di zaman perbudakan!”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika para santri bersiap hendak demo, sang kiai justru mencegahnya. “Nggak usah demo, nanti-nanti ditransfer saja,” saran sang kiai. “Daripada menimbulkan fitnah, kan.”

Tinggalkan Balasan